Senin, 08 Agustus 2011

Hah? UPI mau buka Fakultas Kedokteran ???

Sehabis pulang kuliah, biasanya saya tuh lewatin SD Isola, tapi waktu itu ada yang bikin saya terkejut. Di sebelah rumah dinas yang biasanya ditempati jualan mie ayam, baso, dll. Ada plang "Disini akan dibangun Fakultas Kedokteran". Saya jadi bertanya-tanya, apa benar UPI akan membuka Fakultas Kedokteran?
Hal yang terasa aneh jika ditelusuri lebih lanjut... (Ciee elah bahasanya kaya detektif aja yah) :D
Berikut adalah bukti dari penelusuran tersebut.... Cekidot

Plang Rencana Pembangunan Fakultas Kedokteran UPI

Lokasi yang diduga akan menjadi Pembangunan Fakultas Kedokteran UPI

Apa mungkin UPI a.k.a IKIP, Perguruan tinggi yang berlatar belakang pendidikan akan membuka fakultas kedokteran? Menurut saya hal itu aneh karena seharusnya UPI itu adalah Perguruan Tinggi pencetak calon guru profesional... ya terasa aneh aja klo UPI akan membuka Fakultas Kedokteran, tapi tidak mengapa jika lulusannya bisa tersalurkan dengan baik, seperti kita tau di UPI kan udah membuka program Keperawatan dan lulusannya pasti disalurkan ke Jepang sebagai tenaga Keperawatan di sana....
Yah...mungkin inilah dampak dari privatisasi yang dilakukan UPI sebagai salah satu perguruan tinggi BHMN untuk mengelola badannya sendiri... Tanya Kenapa ???

Selasa, 02 Agustus 2011

Keunggulan E-Learning

Ada beberapa hal  yang menarik yang saya ingin bagikan kepada anda. Yang pertama adalah mengenai definisi E-Learning.
E-Learning adalah suatu desain antar muka yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Menurut saya definisi E-Learning sendiri yaitu suatu proses belajar mengajar melalui media elektronik dengan beberapa desain yang dibuat agar lebih menarik. Definisi yang saya buat ini didasarkan pada presentasi yang kemarin saya ikuti serta beberapa diskusi yang ada dalam presentasi tersebut. Kemudian ada beberapa fitur yang di anggap sukses dalam E-Learning ini. Yang pertama, E-Learning mendukung tugas pelajar seperti pengumpulan tugas dan pemberitahuan tugas kepada pelajar, kedua, E-Learning biasanya mempunyai tata letak layar yang menarik agar pelajar tidak bosan dan mudah mengoerasikannya, ketiga, E-Learning membuat rancangannya yang sesuai dengan proses belajar mengajar dengan tujuan agar pelajar lebih fokus pada proses pembelajaran yang sedang berlangsung , keempat, ada umpan balik bimbingan yang dirancang dan ditulis untuk membantu generasi pelajar dalam mempelajari materi yang sedang dibahas. Beberapa ringkasan proses E-Learning yaitu diawali dengan menentukan penonton dan karakteristiknya, mengartikulasi/memperjelas tujuan dibentuknya E-Learning, mengembangkan konsep dan metodologi pembelajaran yang sedang berlangsung, mengembangkan poin pengajaran yang spesifik agar lebih mudah dipahami oleh pelajar, serta penyelesaian pelaksanaan dan uji coba. Ada alasan keberhasilan yang diciptakan E-Learning yaitu mengenai Interface. Pada presentasi kemarin sempat dijelaskan secara singkat mengenai Interface. Interface dirancang dalam konteks tugas pelajar, dengan tujuan untuk mendukung tugas-tugas yang harus dilakukan oleh pelajar. Interface ini dirancang oleh design arsitek dengan pengalaman dalam mendesain pembelajaran online dengan pemahaman yang mendalam mengenai tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh pelajar dengan asumsi tujuan-tujuan tingkat tinggi proyek dan karakteristik penonton dianggap relevan semua selama proses desain. Pada zaman yang modern ini, semua didukung oleh media elektronik, untuk proses belajar mengajar pun sekarang menggunakan media elektronik yang online (dapat digunakan oleh semua kalangan) maupun offline (terbatas pada kalangan tertentu, di buat untuk memenuhi kebutuhan untuk kalangan sendiri). E-Learning sekarang ini sudah banyak di kenal dan di manfaatkan oleh beberapa kalangan karena dianggap lebih efektif dan efisien dalam proses belajar mengajar serta membantu siswa dalam belajar dan mengumpulkan tugasnya. Desain E-Learning pun menarik karena tata letaknya yang bagus serta lebih terfokus pada tujuan proses belajar mengajarnya dan mudah untuk digunakan bagi pelajar.

Asumsi Hicks dan Slutsky

Kita telah mengetahui bahwa perubahan harga suatu barang bertendensi menimbulkan perubahan jumlah barang tersebut yang diminta oleh konsumen. Kalau kita teliti lebih lanjut kita akan menemukan bahwa perubahan jumlah barang yang diminta tersebut merupakan akibat bekerjanya dua macam pengaruh yaitu pengaruh pendapatan yang biasa disebut juga dengan income effect dan pengaruh substitusi yang biasa disebut juga substitution effect.

Penjumlahan substitution effect dengan income effect merupakan apa yg kita sebut total price effect, yang biasa juga hanya disebut total effect atau pengaruh total perubahan harga. Dari kedua unsur tersebut, pengaruh substitusi tidak banyak menimbulkan masalah. Akan tetapi unsur pengaruh pendapatan terdapat dua macam interpretasi, yaitu interpretasi J.R. Hicks dan interpretasi E. Slutsky. Pendekatan yang mendasarkan kepada dua interpretasi tersebut berturut-turut diuraikan di bawah ini:


A. Pendekatan Hicks

J.R. Hicks memandang bahwa berubahnya kombinasi konsumsi tidak dapat ditafsirkan sebagai perubahan pendapatan nyata selama perubahan tersebut terjadi di sepanjang kurva tak-acuh yang sama. Pendapatan ini kiranya mudah dipahami mengingat bahwa kombinasi konsumsi di sepanjang kurva tak-acuh memberikan tingkat kepuasan yang sama. Adalah beralasan apabila tingkat kepuasan yang sama ditafsirkan sebagai samanya pendapatan nyata konsumen.




B. Pendekatan Slutsky

E. Slutsky memberikan pengertian yang berbeda terhadap apa yang disebut pendapatan nyata. Ia memandang bahwa pendapatan nyata tidak berubah apabila konsumen menggunakan kombinasi konsumsi seperti sebelum adanya perubahan harga, terlepas dari persoalan apakah dengan adanya perubahan harga barang z, kombinasi tersebut merupakan titik equilibrium konsumen ataukah tidak. Dengan menggunakan tafsiran tersebut Slutsky mencoba memecah pengaruh harga menjadi dua pengaruh yaitu pengaruh pendapatan dan pengaruh substitusi.


Berbeda dengan Hicks yang menyimpulkan bahwa pengaruh substitusi berupa perubahan konsumsi barang dari titik equilibrium konsumen yang lama ke titik ekuilibrium konsumen dengan harga barang yang baru pada kurva tak-acuh yang sama, Slutsky mengartikan bahwa pengaruh substitusi sebagai perubahan konsumsi barang dari titik ekuilibrium konsumen yang lama ke titik ekuilibrium konsumen yang baru yang merupakan titik singgung garis anggaran dengan harga relative yang baru yang melalui titik ekuilibrium konsumsi sebelum ada perubahan harga barang z.
Kiranya perlu diketengahkan di sini bahwa untuk kasus yang sama hasil pengukuran total price effect akan tetap sama tidak tergantung kepada macam pendekatan yang kita pakai. Tetapi mengenai pengukuran pemecahannya ke dalam substitution effect dan income effect, pengukuran dengan menggunakan pendekatan Hicks berbeda dengan pengukuran menggunakan pendekatan Slutsky.
Kalau kita bandingkan antara dua pendekatan tersebut, konsepsi pendapatan nyata yang mendasari pendekatan Hicks lebih tepat, yang oleh karenanya biasa dikatakan bahwa pendekatan Hicks menggunakan konsepsi pendapatan nyata dalam artian pendapatan nyata yang sebenarnya, sedangkan konsepsi pendapatan nyata yang mendasari pendekatan Slutsky meskipun kurang tepat tetapi sangat mudah untuk dipergunakan dalam studi empiric, sehingga pendapatan nyata yang dipergunakan oleh Slutsky tersebut biasa disebut pendapatan nyata yang nampak.PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA SUBSTITUTION EFFECT HICKS DAN SUBSTITUTION EFFECT SLUTSKY DALAM TEORI KONSUMEN."
Dalam teori konsumen daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu untuk membuat rangking daya guna yang diperoleh dengan mengkonsumsi sekelompok barang. Ini disebut analisis pendekatan ordinal, pendekatan ordinal meliputi penggunaan metode Subtition Effect (Hick dan Slutsky.)

Total price effect adalah penjumlahan substitution effect dengan income effect. Dalam perkembangan sejarahnya ada 2 macam interpretasi yang dikemukakan oleh ahli tentang Efek Subtitusi, yaitu interpretasi oleh J.R. Hicks dan interpretasi oleh E. Slutsky.
J.R. Hicks menilai berubahnya kombinasi konsumsi tidak dapat ditafsirkan sebagai perubahan pendapatan nyata selama perubahan tersebut terjadi di sepanjang kurva tak-acuh yang sama. Kombinasi konsumsi di sepanjang kurva tak-acuh memberikan tingkat kepuasan yang sama, jadi tingkat kepuasan yang sama ditafsirkan sebagai samanya pendapatan nyata konsumen.

Pengertian yang berbeda terhadap apa yang disebut pendapatan nyata adalah apa yang coba dikemukakan oleh E. Slutsky. Menurutnya pendapatan nyata tidak berubah apabila konsumen menggunakan kombinasi konsumsi seperti sebelum adanya perubahan harga, terlepas dari persoalan apakah dengan adanya perubahan harga barang z, kombinasi tersebut merupakan titik equilibrium konsumen ataukah tidak. Mengacu tafsiran tersebut Slutsky mencoba memecah pengaruh harga menjadi dua pengaruh yaitu pengaruh pendapatan dan pengaruh substitusi.

Sedangkan menurut Hicks, pengaruh substitusi berupa perubahan konsumsi barang dari titik equilibrium konsumen yang lama ke titik ekuilibrium konsumen dengan harga barang yang baru pada kurva tak-acuh yang sama, Slutsky mengartikan bahwa pengaruh substitusi sebagai perubahan konsumsi barang dari titik ekuilibrium konsumen yang lama ke titik ekuilibrium konsumen yang baru yang merupakan titik singgung garis anggaran dengan harga relative yang baru yang melalui titik ekuilibrium konsumsi sebelum ada perubahan harga barang z.